Imlek Momen Berbagi Kebahagiaan

Medan, (Analisa). Perayaan Tahun Baru Imlek yang se­bentar lagi tiba diharapkan men­jadi momen untuk saling berbagi kebahagiaan dan menjalin silaturah­mi antarsuku, agama, ras dan bangsa. Tahun ayam api yang akan datang diyakini sebagai tahun yang baik.

Demikian disampaikan anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar di ge­dung DPRD Sumut, Jalan Imam Bon­jol Medan, Jumat (19/1). Saling ber­bagi kebahagiaan pada saat Imlek da­lam adat Tionghoa ditandai de­ngan berbagi angpau. Angpau juga bisa berarti mendoakan se­se­orang untuk kebaikan.

“Saya menganjurkan bagi yang merayakan Imlek agar meningkat­kan silaturahmi sesama lingkungan keluarga, kerabat, rekan dan sesama umat. Kita saling memberikan se­la­mat. Momen ini juga diman­fa­atkan un­tuk saling memaafkan. Tidak salah juga kalau kita berbagi angpau, itu artinya berbagi kebahagiaan,” ujar­nya.

Menurutnya, angpau merupakan bagian dari adat Tionghoa, tidak ada hubungannya dengan keaga­maan, hanya sebagai adat dan bu­daya dalam perayaan Imlek.

Bung­kus angpau yang biasanya berwarna me­rah melambangkan kebahagiaan. Ke­bahagiaan itu tidak dinilai dari jum­lah uang di dalam­nya, melain­kan sikap saling berbagi rezeki.

“Warna merah diyakini bisa me­no­lak bala. Angpau diberikan oleh orang yang lebih mampu kepada orang kurang mampu, tapi ada sya­ratnya. Jika dia sudah ber­ke­luarga. Kalau belum berkeluarga wa­laupun mampu ia tidak wajib mem­berikan angpau. Orangtua juga tetap membe­ri­kan angpau pada anaknya walau­pun anaknya sudah mampu, ini se­bagai doa agar terus sehat dan suk­ses,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan tentang Ba­rong­sai yang biasanya ada dalam perayaan Imlek. Barongsai diyakini se­bagai hewan yang bisa mengusir roh halus, karena itu dalam adat Tiong­­hoa, Barongsai selalu dipe­ra­ga­­kan dalam acara-acara besar agar acaranya dapat berjalan dengan lan­car. Sekarang ini Barongsai menjadi hi­buran, dan masuk dalam ketang­ka­san.

“Tahun ayam ini bermakna ke­beruntungan dan kebaikan. Ini se­jalan dengan pemerintahan saat ini yang relatif stabil, dolar stabil, inflasi stabil, pembangunan infras­truk­tur baik, keamanan dalam men­jaga keutuhan NKRI juga baik. Ini harus dipertahankan agar Indonesia bisa menjadi tujuan investasi dan pariwisata dunia,” ujarnya.

Meskipun masalah-masalah yang muncul belakangan, ia menilai hal itu merupakan kewajaran dalam ne­gara demokrasi.

Ia mengimbau agar terus me­ning­­katkan persau­daraan dan si­laturahmi antarsemua suku, aga­ma dan bangsa. Semangat ber­bagi juga harus dimunculkan dalam setiap perayaan Imlek agar se­luruh warga Tionghoa yang me­rayakan Im­lek dapat merasakan kebaha­giaan. (amal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *