Brilian Moktar: Donor Darah TMP Raih Rekor MURI

Medan, (Analisa). Ketua Panitia Donor Darah Taruna Merah Putih (TMP) Sumut Brilian Mok­tar mengatakan Taruna Merah Pu­tih memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia karena mampu meraih 21 ribu lebih kantong darah dalam kegi­atan yang dilaksanakan secara serentak pada 29 Maret 2015.

“Jumlah kantong darah itu didapat­kan dari kegiatan donor darah yang di­laksanakan di 25 provinsi. Jumlah peraihan kantong darah tersebut mele­bihi target awal TMP yang direnca­na­kan hanya sebanyak 10 ribu kantong,” kata Brilian Moktar kepada wartawan di DPRD Sumut, Rabu (1/4).

Dia menjelaskan, di Sumut, pihak­nya memperoleh 647 kantong darah dari kegiatan donor darah yang dise­lenggarakan dalam rangka HUT ke-7 TMP tersebut yang terdiri dari golo­ngan darah A 151 kantong, golongan B 201 kantong, golongan AB 39 kan­tong, dan golongan O 256 kantong.

Jumlah tersebut didapatkan de­ngan melibatkan berbagai pihak, seperti Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Sumut, PMI, serta sejumlah lembaga pendidikan dan keagamaan.

Untuk mendekatkan masyarakat de­ngan lembaga legislatif, kegiatan donor darah tersebut diselenggarakan di gedung rapat paripurna DPRD Sumut. “Dari 25 kota, Sumut menempati ‘top skor’ dengan peraihan 647 kantong da­rah itu,” katanya.

Mematahkan Rekor

Pihaknya berharap Sumut dapat “me­matahkan” rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut dengan me­manfaatkan pemprov, pemkab, dan pemkot.

“Di Sumut, peraihan itu dapat dila­ku­kan dengan memanfaatkan PNS yang mencapai 24 ribu orang lebih,” kata anggota DPRD Sumut tersebut.

TMP Sumut memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam I Bukit Barisan yang mengirimkan ratu­san prajurit dari berbagai satuan tempur untuk mengikuti donor darah itu.

Demikian juga apresiasi dan ucapan terima kasih Ketua DPRD Sumut H. Ajiab Shah, S.Sos yang menyurati SK­PD Pemprov Sumut untuk mengikuti donor darah tersebut.

Wakil Ketua PDDI Sumut drg Nata­lina Hutabarat mengatakan, warga yang mendatangi dan mendaftar dalam kegiatan donor darah di gedung DPRD Sumut itu hampir mencapai 1.000 orang.

Namun tidak semua warga yang da­tang tersebut diizinkan mendonor­kan darah karena kondisi tertentu se­perti tekanan darah yang tidak stabil, jumlah hemoglobin (HB) atau sel pem­bentuk darah merahnya kurang, dan memiliki berat badan yang kurang me­madai.

“Ada juga yang gagal mendonor karena takut. Jumlah keseluruhannya lebih dari 200 orang,” katanya. (maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *